Apakah Menjalani Program Bayi Tabung (IVF) Itu Sangat Menyakitkan Dan Nyeri?

Apakah menjalani program bayi tabung atau IVF itu sakit? Saya adalah orang yang takut akan rasa sakit. Saya mengumpulkan informasi bahwa menjalani program bayi tabung (IVF) akan memerlukan banyak suntikan, operasi dan prosedur lain yang menyakitkan. Benarkah?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita telisik lebih lanjut tentang prosedur program bayi tabung atau IVF ini. Program bayi tabung (IVF) terdengar menakutkan bagi banyak orang. Banyak dari kita memiliki persepsi bahwa itu sangat mahal. Beberapa dari kita berpikir bahwa hal itu akan membawa kita pada ketidaknyamanan, seperti harus pergi ke rumah sakit setiap hari, berbaring di tempat tidur selama beberapa bulan, berhenti dari pekerjaan kita dan hal menyeramkan lainnya.
Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki banyak orang adalah persepsi rasa sakit yang terkait dengan prosedur IVF. Pikiran untuk memiliki suntikan sehari-hari membuat sebagian besar dari kita ingin melarikan diri dan bersembunyi dari para dokter. Beberapa orang takut memikirkan prosedur pengambilan telur. Beberapa takut dengan prosedur transfer embrio, berpikir bahwa itu akan membawa rasa sakit dan ketidaknyamanan yang luar biasa. Beberapa suntikan yang menakutkan itu merupakan suntikan progestogen, ditujukan untuk mendukung lapisan rahim saat  embrio ditanamkan.

Namun, dengan perkembangan dan terobosan baru dalam dunia kedokteran reproduksi, prosedur IVF menjadi semakin nyaman dan mudah ditangani, dengan gangguan minimal pada kehidupan sehari-hari.


Pertama dan terutama, durasi suntikan telah dipersingkat secara signifikan dengan penggunaan suntikan antagonis di IVF. Cara melakukan IVF disebut siklus antagonis atau protokol singkat. Jadi, daripada memiliki 3 minggu suntikan dalam siklus agonis atau protokol panjang, kemunculan suntikan antagonis telah menyebabkan waktu penyuntikan 10-12 hari yang dipersingkat. Hal ini sangat mengurangi ketidaknyamanan yang harus dilalui dengan suntikan.
Penggunaan pena suntik FSH yang dikelola sendiri dengan jarum yang sangat halus, secara signifikan mengurangi rasa sakit yang dialami selama suntikan. Selain itu suntikan juga bisa diberikan kepada pasien untuk dibawa pulang, sehingga pasien tidak perlu datang ke klinik atau rumah sakit untuk mendapat suntikan harian mereka. Jarum yang digunakan mirip dengan yang digunakan pada pena suntikan insulin, yang sangat halus dan hampir tidak menimbulkan rasa sakit.
Ada pula suntikan FSH lama yang diberikan pada awal siklus IVF dan bisa berlangsung selama 7 hari. Setelah injeksi awal, pasien tidak perlu menggunakan injeksi FSH selama 7 hari berikutnya, yang secara signifikan mengurangi jumlah suntikan yang diperlukan.
Prosedur pengambilan telur yang biasanya terjadi setelah injeksi 10-12 hari melibatkan sedasi ringan di ruang operasi. Di masa lalu, penggunaan obat penenang tertentu seperti Valium, Dormicum atau pethidine yang diberikan oleh dokter IVF saat melakukan prosedur pengambilan telur tampaknya semakin tidak aman. Di banyak unit IVF, sebuah laboratorium operasi IVF yang tepat dengan Anestesi terlatih yang memberikan sedasi selama prosedur pengambilan telur menjadi normal dan dianggap dapat diterima dalam hal keamanan. Salah satu keuntungan dari keterlibatan seorang Anestesi adalah prosedur pengambilan telur hampir tidak menimbulkan rasa sakit, dan karenanya mengoptimalkan pengalaman pasien di IVF.
Prosedur transfer embrio biasanya dilakukan 3-5 hari setelah pengambilan telur. Selama prosedur, embrio yang tercipta setelah pemupukan telur yang diambil dengan sperma diganti ke dalam rahim. Prosedur ini dilakukan tanpa anestesi atau sedasi, bebas rasa sakit. Pengalamannya hampir sama seperti memiliki smear serviks. Karena itu, wanita seharusnya tidak merasa takut memiliki transfer embrio.
Setelah itu bisanya prosedur akan maju ketahap transfer embrio. Pada tahap ini rasa nyeri sangat minimal. Sehingga jangan heran, banyak ibu yang menjalani program bayi tabung (IVF) pada tahap ini tidak begitu merasakan nyeri.

Sebagai kesimpulan, dengan modernisasi yang cepat dalam pengobatan dan teknologi reproduksi, IVF menjadi relatif tidak menimbulkan rasa sakit. Yang terpenting dalam menjalani program bayi tabung (IVF) adalah mengetahui lebih banyak informasi tentang IVF sebelum Anda memulai perjalanan ini. Baca Juga: Inilah Tahapan Dan Proses Yang Harus Dijalani Saat Menjalani Program Bayi Tabung

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Menjalani Program Bayi Tabung (IVF) Itu Sangat Menyakitkan Dan Nyeri?"